Noorca Massardi dengan bukunya, Ketika 66. (Facebook/Rayni Massardi) Saya sudah puluhan tahun tak membaca. Termasuk sastra. “Bacaan” saya ihwal sastra dan seni-budaya lainnya tak lebih dari medsos – belakangan semata Facebook, setelah sejumlah WAG saya tinggalkan. Pendeknya, dalam hal seni-budaya, sebagaimana bidang lainnya, saya hanya orang pinggiran – untuk menghindari istilah awam. Hanya melihat dari jauh, tanpa merasakannya, merasuk ke dalamnya. Pendeknya, pengetahuan dan pengalaman saya soal ini sangat terbatas. Saya malah merasa lebih m…
Social Plugin